• Pusat Layanan: +62 21 849 946 70

SEJARAH YAYASAN IQRO’ BEKASI


Beramal di lembaga da’wah, sosial dan pendidikan seperti Yayasan Islamic Center IQRO’ ini, tidak hanya memperluas ruang gerak, memberi nilai tambah bagi kehidupan dan menempa jiwa perjuangan melalui tantangan-tantangan, melainkan juga kearifan dan kesetiakawanan.

Beramal di lembaga da’wah, sosial dan pendidikan seperti Yayasan Islamic Center IQRO’ ini, tidak hanya memperluas ruang gerak, memberi nilai tambah bagi kehidupan dan menempa jiwa perjuangan melalui tantangan-tantangan, melainkan juga kearifan dan kesetiakawanan.

Kearifan melalui pengalaman langsung ‘menangani’ persoalan yang berkembang di masyarakat, tidak asal tuduh dan cap dari jauh tanpa mengerti persoalan mereka ataupun sesama aktifis kemasyarakatan. Juga arif karena dapat berkaca dari cara pengelolaan yang negatif, etos kerja yang minus dan kecenderungan di sebagian aktifis-untuk menjadikannya sapi perah. Kesetiakawanan karena dari pengertian yang mendalam dan pengalaman yang kaya, terbangun jembatan rasa diantara sesama aktifis maupun masyarakat yang dilayani.

Sangat membahagiakan bila semua program berhasil dituntaskan. Kadang terlambat atau gagal karena beberapa sebab, termasuk kendala finansial. Tanpa harus merasa telah jadi hero, rasa syukur selalu mengiringi keberhasilan kerja, yang bila dikalkulasi rasanya hanya pemerintah dengan kekuatan sumber daya manusia, sumber daya alam dan sumber dana raksasa yang dapat melaksanakannya. Namun nyatanya – bertolak dari pesan da’wah yang bijak “Bergeraklah, nanti ALLAH gerakan hati masyarakat”- gayung bersambut jua. Allah menggerakan hati beberapa kalangan yang sadar akan perlunya saling topang dalam melaksanakan tugas da’wah yang mulia ini. Seseorang yang tak punya harta untuk disumbangkan, tidak cukup alasan dilepaskan dari tanggung jawab atau sifat mendustakan agama. Karena Allah tidak menyatakan pendusta agama hanya karena tidak memberi makan si miskin, tetapi juga karena tidak menyadarkan masyarakat akan hal tersebut.

Dari pengalaman ini difahami bahwa ALLAH membekali ummat dengan kekuatan yang besar. Terlebih-lebih hal ini mendapat topangan dari pesan agung Rasulullah SAW : “Sesungguhnya ALLAH punya bebeberapa hamba yang Ia lebihkan mereka dengan berbagai kenikmatan (kekayaan) untuk kemaslahatan sesama hamba. Ia kekalkan nikmat itu ditangan mereka selama mereka mau menyalurkannya. Apabila mereka menahannya, niscaya Ia mencabutnya dari mereka dan mengalihkannya kepada yang lain” (Hadits Hasan Riwayat Ibnu Abi’d Dunia, Thabrani, Abu Nuaim).

Kami yakin Anda termasuk kelompok berhati mulia tersebut, mitra yang membangun optimisme serta pasangan tangan dan kaki yang membuat langkah jadi efektif, produktif dan proporsional.