• Pusat Layanan: +62 21 849 946 70

23 Oct

ResQ: Crazy Rich Muslims, “Muslim juga Super Kaya!”


Pada zaman ini, hidup mewah dan bergelimangan harta menjadi mimpi hampir setiap manusia. Lifestyle hedonis pun tak luput menggugah pemuda pemudi masa kini yang sedang haus eksistensi diri, menjadi korban tuntutan syarat pergaulan yang katanya kekinian. Padahal, kekayaan yang diperoleh orang-orang sukses akan dangkal sekali nilainya jika hanya dipergunakan untuk bersenang-senang apalagi dipamerkan melalui barang branded nan mewah.

Sungguh kontras dengan para sahabat Rasulullah SAW yang ternyata hartanya tak kalah banyak dengan konglomerat zaman now. Mereka hidup zuhud dan kian hari setelah kepergiannya dari dunia, harta mereka terus berkembang dan memberi manfaat untuk umat. Oleh karena itu, di acara Sharing Sunday (20/10) yang merupakan kajian rutin Remaja Masjid Al Qolam (ResQ), disampaikan bahwa umat Islam juga memiliki tokoh panutan orang kaya raya, dengan gaya hidup yang mulia.

Ahad pagi yang lalu, di Masjid Al Qolam, Ustadz Nazar Haris memaparkan kisah dua orang sahabat Rasulullah SAW yang memiliki keutamaan dalam bidang perniagaan dan harta, yaitu Utsman bin Affan ra. dan Abdurrahman bin Auf ra.

Utsman bin Affan adalah khulafaur rasyidin ketiga yang memiliki sebuah rekening dari harta kekayaannya sendiri, yang hingga saat ini masih aktif dan sudah berusia lebih dari 1400 tahun. Belum lagi wakafnya dalam berbagai bentuk yang tersebar luas, salah satunya adalah sebuah sumur yang dibeli dari orang Yahudi untuk digunakan sepuasnya oleh kaum muslimin, tanpa harus terikat lagi dengan orang Yahudi tersebut. Hingga kini, hartanya terus bermanfaat, tidak dibatasi usia pemiliknya sendiri.

Lain lagi dengan kisah Abdurrahman bin Auf yang didoakan Rasulullah agar selalu diberkahi hartanya. Doa tersebut diijabah oleh Allah sehingga ia selalu mendapatkan keberhasilan dan keuntungan dari setiap usaha dagang yang dilakukannya. Bahkan harta waris yang ia tinggalkan sangat berkah dan banyak jumlahnya.

Kedua sahabat Rasulullah SAW tersebut memberikan contoh kepada kita, bahwa jika kita memiliki niat murni dan melepaskan hal duniawi karena Allah, maka sebaliknya dunia yang akan mengejar kita dan memberikan segala isinya.

Saat ini sangat jarang orang sukses dan berharta banyak yang mencontoh kedua sahabat tersebut. Karenanya, Ustadz Nazar mengingatkan kepada peserta kajian yang bercita-cita menjadi pengusaha, untuk senantiasa memiliki komitmen pengusaha muslim yang kuat. Salah satunya adalah untuk tidak menikmati modal usaha yang sudah kembali, pergunakan keuntungan secukupnya dan tidak berlebih-lebihan.

Tak terasa, waktu menunjukkan pukul 09.45 dan peserta kajian menyimak dengan antusias. Sesi kajian pun dilanjutkan dengan sesi tanya-jawab. Setiap peserta yang bertanya mendapatkan doorprize menarik dari HNI berupa peralatan kebersihan yang alami, halal dan menyehatkan. HNI didirikan oleh pengusaha muslim Indonesia. Selain itu, agar semakin segar melanjutkan aktifitas, seluruh peserta disuguhkan kopi dingin dengan susu kambing atau Kopi Susu Atis dari Djogan, cafe milik anak muda muslim yang cocok sekali menjadi tempat bercengkrama di pinggiran kota Bekasi yang padat.


Sharing Sunday adalah kajian dengan formula spesial untuk anak muda. Jadi, agar tak tertinggal info, ikuti akun instagram Remaja Masjid Al Qolam: @resq.iqro.

Leave a Comment

error: Konten di Proteksi!!