• Pusat Layanan: +62 21 849 946 70

19 Mar

Journey of Emphaty #5: “Forum For Disability Turki, 16/3/2018”


ALHAMDULILLAH SUBHANALLOH saya bisa bersama GHANIM AL MUFTHAH dalam AL AMAL 2nd Forum for Disability di Istanbul…..

Mengingatkan kisah Dan Foto-Foto Perjuangan Ghanim Al-Muftah, Bocah Tanpa Kaki Jalani Umrah Yang Getarkan Hati Imam Besar Masjidil Haram
31 May 2017 Munzalan Mubarakan
Hati sejumlah pengguna dunia maya di Indonesia, bahkan dunia bergetar setelah menyaksikan seorang anak laki-laki bernama Ghanim Al-Muftah menjalankan ibadah umrah di tanah suci Mekkah dengan kondisi penuh keterbatasan. Ghanim tidak memiliki kaki.

Keadaan itu membuatnya harus berjalan dengan kedua tangannya. Meski penuh keterbatasan, Ghanim nyatanya mampu berada di depan Ka’bah untuk menjalankan ibadah umrah.

Seperti video yang beredar, ia pun memilih berjalan dengan kedua tangannya saat berada di depan Ka’bah meski saat itu ia disediakan kursi roda.

Hal tersebut sempat mengundang perhatian imam besar Masjidil Haram, Imam Mahir al Muaqly.

Perhatian ditunjukkan oleh sang imam dengan mendampingi Ghanim saat salat. Tampak sang Imam menyalami dan beberapa kali mencium kening anak tersebut.

Momen ini terekam dalam video yang diunggah ulang oleh Ustaz Yusuf Mansur, akhir Januari 2017 lalu.

Melihat unggahan tersebut, tak sedikit netizen yang dibuat haru kagum hingga mau menangis. Dikutip TribunNews, doa pun mengalir untuk Ghanim.

Profil Ghanim
Ghanim bisa dibilang sosok yang sangat menginspirasi. Dengan segala keterbatasan, ia memiliki sederet prestasi dan memiliki usahanya sendiri di usia 13 tahun.

Di usianya saat itu Ghanim telah mendirikan badan amal sendiri, klub olah raga sendiri dan telah mendirikan toko es krim sendiri.

Awal tahun 2015 ia memenangkan Youth Award pada penghargaan Arab Social Media Summit untuk popularitas akun Instagram-nya, yang ia gunakan untuk menceritakan kisahnya kepada dunia.

“Melalui akun Instagram saya, di mana saya memiliki hampir 1 juta pengikut, saya ingin mengatakan bahwa setiap orang memiliki hak untuk bermimpi dan memiliki ambisi yang dapat mereka capai. Media sosial adalah jendela bagi dunia. Ini membantu kita menyampaikan pesan kita lebih cepat dan kita harus menggunakannya dengan cara yang positif dan berguna. Saya ingin orang-orang mengerti bahwa orang-orang penyandang cacat mampu memberi dan aktif dalam masyarakat,” ucap Ghanim saat itu sebagaimana dilansir Trackalert.
____
Red : Akhmad Musodiq

Leave a Comment